|

Profesional Muda, Tahan Banting Tahan di Giling

Profesional muda, tahan banting tahan di giling. Kalimat itulah yang selalu ditanamkan kepada peserta didik LPK Prisma Pangkalan Bun. Suara mereka menggelegar tatkala menjawab kalimat ‘Profesional Muda’ dengan lantang ‘tahan banting, tahan di giling’ saat mengikuti outbound di wisata alam hutan Jurung Tiga Kotawaringin Barat, Sabtu, 9 Oktober 2021. Outbond yang dilakukan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan ketat berlangsung dengan meriah.

Peserta didik LPK Prisma Pangkalan Bun angkatan 2021 mengikuti beragam game secara berkelompok. Satu kelompok berisi 5 sampai 6 orang. Mereka berkeliling ke dalam hutan Jurung Tiga dengan berbekal peta dari panitia. Tugas peserta mencari barang-barang yang akan mereka konsumsi saat makan siang. Hutan seluas 40 hektare tersebut menjadi saksi kebersamaan mereka.

Ragam cerita mewarnai masing-masing kelompok. Ada kelompok yang mencari barang pelepas dahaga sambil berdendang. Ada anggota yang dengan ikhlas tetap berjalan mencari ‘si montok’ saat teman-teman satu kelompoknya telah kelelahan, bahkan ada yang tetap bersenda gurau meski belum menemukan satu pun benda.

Para peserta outbond diminta mengumpulkan beberapa benda yang diberi nama unik seperti pelepas dahaga (air mineral), si montok (ayam ungkep), mulut netizen (cabai), rasa yang pernah ada (penyedap rasa), dan si bango (kecap). Kelima benda tersebut akan digunakan untuk makan siang mereka. Sehingga mereka harus berusaha mendapatkan semua benda tersebut sesuai petunjuk peta.

Setelah berkelana mencari benda berharga, mereka menuju titik kumpul yang kami sebut lokasi penjaga hutan. Di sanalah mereka memanggang ayam untuk makan siang. Kebersamaan mereka semakin terasa saat menyiapkan makan siang dengan peralatan yang ala kadarnya. Kreativitas mereka bermunculan. Ada yang berkeliling mencari tahu apakah ada yang memiliki alat pemanggangan? Ada pula yang memanfaatkan kayu sekitar untuk dijadikan tusuk ayam, dan berbagai cara mereka tempuh agar bisa makan siang enak.

Setelah kenyang, mereka berkumpul untuk melanjutkan game. Kompetisi yang bertujuan melatih kekompakan, membentuk mental anti mager, percaya diri terus berlanjut hingga pukul 15.00 WIB. Ragam game dimainkan, seperti jembatan titian, estafet air, dan tangkap air. Sayangnya, saat kegiatan berlangsung listrik yang diharapkan tersedia di lokasi outbond ternyata tidak bisa berfungsi. Keseruan mereka pun menjadi kurang sempurna tanpa alunan musik. Meski begitu, tidak menyurutkan semangat para pasukan maroon untuk menggemparkan Jurung Tiga.

Acara ditutup dengan teriak kompak para peserta. “Salam Kompetensi, 100% kompeten. Profesional muda, tahan banting tahan di giling.”

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *